Interview Dengan Forgotten

Forgotten old logo

Interview dengan Forgotten

Interview dengan band Forgotten ini adalah materi yang sangat-sangat lama banget, dan interview ini sendiri mungkin berlangsung sekitar tahun 2001an lalu, hahaa.. anjirr klasik pisan. Diambil dari fanzine Rottrevore edisi 3, yang waktu itu masih sepenuhnya dihandle oleh Ferly (sekarang gitaris Jasad).
Lalu pertanyaannya kenapa baru sekarang dimasuin ke blog ini? Jawabannya karena saya baru sekarang bikin blog ini. Lalu kenapa memasukan materi lama yang sudah jelas-jelas basi? Jawabannya ahh kumaha urang we, blog blog urang ieuh, hahaa..
Yang pasti untuk kedepannya blog ini mungkin akan dipenuhi oleh artikel-artikel (terutama interview) yang bakal saya ambil justru kebanyakan berasal dari "masa lalu", interview dari fanzine-fanzine terbitan lama. Walopun tidak menutup kemungkinan bakal ada yang terbaru juga, tapi porsinya pasti sedikit. Kenapa? Seperti tadi, jawabannya: kumaha urang we. Hahaa..
Skip. Langsung saja simak interview-nya.

Materi interview dengan Oteng & Addy of Forgotten

interview addy gembel forgotten rottrevore 3

Rottrevore: To the point yeuh.. Apa yang Forgotten lakukan sekarang? Terus gimana gambaran materi kalian yang baru setelah Obsesi Mati?
Oteng: Kita sekarang ini lagi nyiapin materi untuk Promo Tape '01 dari Forgotten yang mungkin akan diberi titel "Tuhan Telah Mati", ya gambaran musicknya hanya lebih agresif saja dari Obsesi Mati.

Rottrevore: Denger-denger katanya Forgotten mau ngeluarin buku? Menceritakan apa saja yang ada dalam topik buku itu? Dan apa motivasinya kalian menulis buku tersebut?
Oteng: Rencananya buku itu berisi tentang penjabaran dari lirik-lirik Forgotten secara detail, mudah-mudahan bisa terlaksana. Kami nggak ingin para pendengar salah kaprah dalam menangkap isi dari lirik-lirik kami.
Addy: Sebenernya sih itu rencana dari vocalistnya yang memang dari dulu demen nulis tentang berbagai hal. Isinya macem-macem... Tentang fiksi, filsafat, politik, budaya, kritik sosial, seks, Tuhan, setan, surga, neraka, dosa, pahala... Motivasinya: Biar gaya!!!

Rottrevore: Apa bisa dijelaskan lebih detail lagi supaya orang-orang ga salah tanggap dengan titel "Tuhan Telah Mati"?
Oteng: Lagu ini menceritakan suatu keadaan dimana kita manusia lebih mengagungkan dan membesarkan materi daripada ajaran-ajaran religi yang kami yakin ajaran tersebut kita terima sejak kita kecil. Tidak ada lagi aturan atau religi yang berlaku karena tergeser oleh keberadaan segala sesuatu yang bersifat keduniawian, dan kita bisa lihat sekarang ini dunia bisa mengalahkan Tuhan.
Addy: Buat saya pribadi Tuhan telah mati! Menjelma merasuk kedalam bentuk produk-produk yang disembah oleh kamu! Tuhan jadi majalah mode, mesjid pindah ke mall, surga ada di TV, neraka ada di koran, pahala ada di uang. Salah tanggap? Terserah... It's all up to you! (Bener juga lo Dy.. rv)

Rottrevore: Bisa dirasakan kalian lebih ngeri sekarang, dilihat dari sudut kemampuan person masing-masing, terutama kekuatan lirik. Kenapa kalian merubah topik lirik sendiri yang dulunya kritik sosial menjadi filsafat sakral dan sarkasme?
Addy: Sebenernya isi lirik kita masih bagian dari kritik terhadap realitas sosial, hanya saja bagiannya diperluas hingga menyentuh hal-hal yang bersifat religi dan ekstensialisme (???) kemapanan Tuhan, terus gaya penulisannya memasukan unsur filsafat dan sastra yang sifatnya lebih kepada seni penggambaran instalatif alias jeprut..!!!  (heheheh... rv)


Rottrevore: Menurut kalian, sampai manakah batasan suatu influence band dalam menentukan style-nya sendiri? Apakah kalian masih tetap terpengaruh oleh Malevolent Creation?
Oteng: Cara mengaransement dan mengkomposisikan lagu itu yang sebetulnya harus kita teliti dari band influence kita, selain pengaruh terhadap individu. Jadi influence itu tidak harus meniru semua karakteristk musik dari band influence kita.

Rottrevore: Apa tanggapan kalian tentang membajak band lokal dan luar? Apakah itu ada sisi positifnya nggak? Sebutkan orang-orang yang suka membootleg disini yang kalian tahu.
Oteng: Kumaha nya...? Nu jelas mah ngabajak teh maok hak batur, eta kan teu bener! Diakui memang ada sisi positifnya sih, ngebajak 'band luar' itu bisa ngebantu bandnya sendiri dalam publikasi tanpa susah payah, tapi hal ini juga bisa mematikan bagi band-band lokal yang berkualitas sama dengan band luar, terus gimana penghargaan dan pengakuan terhadap band lokal? Fer... jelasna mah maneh oge kan tau siapa orang-orangnya. (yep... rv) Pokoknya pembajak = pencuri!!

Rottrevore: Kalian adalah salah satu senior di scene lokal. Gimana pandangan terhadap band-band baru di Indonesia? Pernh merasa minder? Apa kategori band itu disebut 'bagus'?
Oteng: Terus terang urang pribadi pernah merasa minder sama band-band baru, tapi mereka kami anggap sebagai pesaing yang hebat secara sehat karena dalam bermusik kita bersaing dalam kualitas musik bukan fisik. Band-band baru itu sudah bisa membuat jati diri sendiri baik arrangement dan skill person. Band-band baru itu memang sudah sangat matang dalam menentukan konsepnya. (setuju bro... rv)

Rottrevore: Lo juga terlibat dalam beberapa band yang jenis musicknya jauh beda dengan Forgotten, apa itu nggak mempengaruhi konsep Forgotten itu sendiri?
Oteng: Selama ini nggak ada pengaruh apa-apa, aku enjoy-enjoy aja.

Rottrevore: Terus gimana nih kelanjutan dengan Arctic Music Group? Apa kalian punya keinginan untuk merilis CD di album-album berikutnya? Jadi sebenarnya tugas kerja sebagai personil itu apa aja yang ada sangkut pautnya dengan 'nama & wibawa' image band itu sendiri...?
Oteng: Tentu saja kita juga dirilis dalam format CD oleh mereka, kita juga punya rencana ke arah sana untuk materi berikutnya. Tugas gawe personil band mah ceuk urang nggak ada sangkut pautnya sama nama wibawa, nama wibawa band sebesar apapun menurut kita cara kerjanya ya.. sama aja sih, membuat bandnya lebih baik! Dan image dari band bisa tercipta dengan sendirinya, bisa juga diciptakan sendiri lewat person dan musicknya.

Rottrevore: Obsesi kalian setelah ini...?!
Forgotten: Ka surga!!!


0 Response to "Interview Dengan Forgotten"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel